Minggu, 01 Mei 2016

Review film Ada Apa dengan Cinta 2


Di 1 jam 52 menit itu aku sedikit terbawa.
"Masa lalu" masa yang selalu indah untuk dikenang, bukan karena ia takkan pernah kembali, melainkan karena akan selalu terukir senyum di hati ketika kita memulai membukanya. Meski aku tahu, tak selalu kenangan itu manis, tapi tetap saja... hati dan otak kita itu lebih pintar! Jadi, hanya kenangan indah saja yang akan tertinggal, sementara yang sedih akan hilang begitu saja terbawa angin senja.

Entahlah, bagaimana menurut pendapat kalian. Karena aku tahu, pendapat setiap orang itu kadang berbeda.
Tapi bagiku... maksudku, dari kacamata sastra-ku yang tentunya sedikit sentimental, aku mengatakan film ini cukup pintar membuka kenangan.
Satu hari yang terlewati bersama mantan dan menumbuhkan benih-benih itu kembali. 

Minggu, 24 April 2016

Sedikit Curhat

Guys, pernah nggak dalam hidup kalian, kalian ngerasa mau meninggalkan dunia ini, kalian ngerasa hidup kalian nggak lama lagi, dan seketika seakan-akan semuanya jadi terlihat fokus ke dirimu-sendiri?


Aku pernah merasakan itu, jangan kau tanya bagaimana rasanya karena itu rasanya WOW banget...nggak bisa diungkapkan dengan kata-kata , itu terjadi saat aku kelas 3 SMP. Waktu itu aku pergi ke kota kelahiran ibuku tersayang. Ada pesta laut di sana, seru sekali. Bahkan aku sempat berkenalan dengan seorang pemuda (cinta monyet hihihi) dan kita langsung bisa akrab. Ups maaf jadi nggak fokus ke masalah semula. Tadi sampai dimana? Pesta laut ya? Mungkin karena acara itu begitu melelahkan jadi aku kecapean, setelahnya kami pulang dengan naik bis. Nah dari situlah aku merasa ajalku semakin dekat! Aku merasa saaaangaaat lelah, tidak punya kekuatan bahkan tenaga hanya untuk mengedipkan mataku. Aku jatuh tersungkur di bus dan tidak tahu apa yang terjadi lagi.

Selasa, 12 April 2016

Why do I Love You?


"Tahukah kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapapun?
Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari." Pramoedya Ananta Toer


Quote di atas membuatku teringat pada seseorang, seseorang yang pernah bertanya kepadaku :

"Kenapa kamu suka menulis?"

Menulis bagiku adalah peregangan otak, kenapa? Karena antara otak kanan dan otak kiri itu harus seimbang, salah satu caranya adalah dengan mencari hobby kita, insya Allah jadi pecah tuh sinyal-sinyal stress nya, dengan menulis, pikiran yang suntuk, yang ruwet dan carut-marut kayak benang kusut jadi jernih kembali. Dan, kalau ada orang yang merasa pusing, nggak punya ide, atau apalah karena menulis, wuaaaahhh perlu ditanyakan itu sebenarnya beneran hobby atau cuma gaya-gaya an aja? Hehe.

Minggu, 10 April 2016

Ojek Payung

Aku, kamu, dia, dan kita adalah sama juga pelaku kehidupan! Dengan nafas yang sama, darah yang sama merah dan tulang yang sama putih.

Hanya saja, saat ini mataku tersita oleh pemandangan itu. Si kecil yang menatap penuh harap ke arah payungnya yang berwarna-warni. Mungkin, ia menemukan seribu semangat dalam tujuh warna pelangi itu. Ya, kupikir begitu. Kakinya terlihat mungil tanpa alas, dan sesekali bergerak-gerak sendiri tanda ia kedinginan. Saat itu jarakku hanya berapa langkah menuju angkot dan hujan tidak begitu lebat lagi.